Thursday, August 25, 2011

Nightmare

i had a nightmare which is remind me to the nightmare many years ago.

Bertahun-tahun lalu aku kehilangan harta a.k.a. Dimaling, meninggalkan bekas trauma yang tahan lama di ingatan. Secara gw g pernah dimaling, sekali dimaling langsung menguras bekal rantau saya, laptop, mp4, sejumlah uang yang masih fresh dari Bekasi setelah pulang kampung. Waktu itu adalah tahun pertama saya kuliah, masih kecil. Gak perlu ditebak lagi setelah kehilangan apa yang saya lakukan, menangis.

Trauma yang saya idap gak parah-parah amat, detak jantung yang berdetak cepat karena shock itu berulang saat ada tanda-tanda tidak beres dari barang berharga saya, posisi yg tidak dikunci, lupa naro, dsb. Sekarang saya lebih waspada pada malam hari saat mau tidur, memikirkan apa yg belum aman, walaupun harus menunda tidur lebih lama. Terlebih jika sendirian di kos.

Mimpi buruk semalam saya kehilangan jutaan rupiah (yang saya tidak pernah miliki) di lemari kayu pondok tempat saya sekolah. Saya tahu pelakunya karena ia satu satunya bapak bapak di antara kami para siswi,tapi udah kabur duluan. Kata FBI,mereka cuma minta sampel bau dari sepatu saya biar bisa di-track sama anjing pelacak di sepanjang pantai amerika (nahloh, ya namanya juga mimpi).

Kenapa trauma ini belom pulih juga?apakah saya belom ikhlas? Ya Allah, insyaallah saya ikhlas...

Hikayat Orang Kangen

Saat itu kelulusan sekolah, kita kemudian berpencar ke banyak penjuru untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Melanjutkan mimpi masing-masing ke ranah yg lebih spesifik. Perpisahan yang lama karena kuliah di lokasi yang jauh, atau memang tinggal di kampung halaman yg jauh membuat detik-detik reuni sekolah menjadi sangat berharga. Pertemuan maya lewat internet laris manis karena merindukan kebersamaan seperti di sekolah dulu. Haha hihi yg terkesan sia-sia, menurut kami tidak demikian, karena kami saling merindu.

Lain sekarang, seakan yang demikian sudah tidak membuat bahagia lagi. Kami seperti kehabisan bahan pembicaraan. Mungkin kalo udah dewasa,maka hidup harus berubah,yg demikian kanak-kanak hendaknya ditinggalkan. Mungkin kami sibuk mengurusi perjalanan hidup yang lain,maka masa lalu ya sudahlah,lagian buat apa. Mungkin sekarang hidup kami lebih seru,dibandingkan harus balik buku baca masa lalu. Mungkin kami bersama sekawanan orang2 asik, yg dulu dulu mana asik. Mungkin kami harus moving on, dan melupakan masa lalu adalah bagiannya.