Learnshard
(^0^)
Tuesday, April 17, 2012
I feel so stupid
Hari ini kita melakukan sesuatu, lalu keesokan paginya saat bangun pagi tersadar 'kenapa gw kemaren kayak gitu ya?', kmungkinan besar yang udh gw lakuin itu salah (g sesuai ama hati nurani). Soalnya waktu pagi saat bangun tidur itu kan otak qt abis di-restart, jd lebih jernih, bagus untuk menentukan keputusa keputusan penting. Nah kalo otak pagi kita bilang 'knapa kemaren kayak gitu?', brarti besok-besok jangan gitu lagi bro...
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Perfect World?
What are you? Barbie or something?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Thursday, August 25, 2011
Nightmare
Bertahun-tahun lalu aku kehilangan harta a.k.a. Dimaling, meninggalkan bekas trauma yang tahan lama di ingatan. Secara gw g pernah dimaling, sekali dimaling langsung menguras bekal rantau saya, laptop, mp4, sejumlah uang yang masih fresh dari Bekasi setelah pulang kampung. Waktu itu adalah tahun pertama saya kuliah, masih kecil. Gak perlu ditebak lagi setelah kehilangan apa yang saya lakukan, menangis.
Trauma yang saya idap gak parah-parah amat, detak jantung yang berdetak cepat karena shock itu berulang saat ada tanda-tanda tidak beres dari barang berharga saya, posisi yg tidak dikunci, lupa naro, dsb. Sekarang saya lebih waspada pada malam hari saat mau tidur, memikirkan apa yg belum aman, walaupun harus menunda tidur lebih lama. Terlebih jika sendirian di kos.
Mimpi buruk semalam saya kehilangan jutaan rupiah (yang saya tidak pernah miliki) di lemari kayu pondok tempat saya sekolah. Saya tahu pelakunya karena ia satu satunya bapak bapak di antara kami para siswi,tapi udah kabur duluan. Kata FBI,mereka cuma minta sampel bau dari sepatu saya biar bisa di-track sama anjing pelacak di sepanjang pantai amerika (nahloh, ya namanya juga mimpi).
Kenapa trauma ini belom pulih juga?apakah saya belom ikhlas? Ya Allah, insyaallah saya ikhlas...
Hikayat Orang Kangen
Lain sekarang, seakan yang demikian sudah tidak membuat bahagia lagi. Kami seperti kehabisan bahan pembicaraan. Mungkin kalo udah dewasa,maka hidup harus berubah,yg demikian kanak-kanak hendaknya ditinggalkan. Mungkin kami sibuk mengurusi perjalanan hidup yang lain,maka masa lalu ya sudahlah,lagian buat apa. Mungkin sekarang hidup kami lebih seru,dibandingkan harus balik buku baca masa lalu. Mungkin kami bersama sekawanan orang2 asik, yg dulu dulu mana asik. Mungkin kami harus moving on, dan melupakan masa lalu adalah bagiannya.
Tuesday, June 7, 2011
Pede ke Luar Negeri
Bekasi,3 Juni 2011
(Dalam perjalanan ke stasiun Gambir)
Terbersit di pikiran saya, 'sepertinya saya sudah cukup pede untuk pergi keluar negeri sendiri'. Bagi sebagian orang mungkin akan menjawab 'plis deh,gw udh kemana mana,lu masih aja gak pernah keluar kota' 'plis deh,gak inget umur?telat amet sih lo!'. Ya..itu versi sarkastiknya kali ya, tapi menurutku untuk bepergian ke suatu tempat yang kita sama sekali gak punya relasi di sana memang butuh banyak persiapan.
Mental, kenapa?karena kita akan berurusan dengan banyak stranger, stranger yg baik maupun yg 'terlalu baik'. Kalo orang nggak membiasakan diri deal with stranger, mereka cenderung ogah untuk pergi sendirian, pada akhirnya ia mengandalkan teman yang lebih berpengalaman. Hal ini bisa dilatih dengan sering-sering pergi keluar,belanja di pasar yang ada proses tawar menawar,menghindari jual beli online yang minus komunikasi antara penjual dan pembeli.
Bahasa, bahasa yg kita pake ke stranger tuh beda banget sama yang kita pake ke orang lokal. Kalo masih di Indonesia,untuk menghindari miskomunikasi karena berbedanya budaya,logat,bahkan bahasa,kita dipaksa berbahasa Indonesia dengan EYD. Dengan begitu akan terlihat sekali kalo kita bukan penduduk lokal,dan sering dimanfaatkan oleh orang kurang kerjaan. Bagaimana kalo keluar negeri?Ini lebih ribet lagi,bahas di lain kesempatan aja ya..
[segitu dulu, kereta saya sudah sampai :D ]
Wednesday, December 29, 2010
Tapi jangan salah, move on juga berlaku untuk mereka yang sudah menang. Setelah Justin Bieber atau Lady Gaga memutuskan untuk memiliki tentakel untuk memegang award-award yang mereka raih (saking banyaknya), apakah mereka berhenti sampai situ? Terus mereka langsung pensiun gitu? Buktinya tidak kan.. mereka balik lagi, tidak terlena dengan euforia award-moment. Baik Bieber maupun Gaga dua-duanya putar otak cari cara bagaimana agar telinga kita setia dengan suara mereka, bagaimana agar follower akun twitter mereka bertambah, bagaimana agar mereka melegenda dan bukan hanya tenar sesaat. Manusia memang tidak pernah puas, kedengarannya negatif tapi jadikanlah energi itu dengan bijak untuk be more and more useful to other.
Memang manis kenangan itu, memang pahit kenangan itu, tapi jangan pernah melihat ke belakang,orang yang hanya mau melihat masa lalu cuma bisa jadi orang jadul. "Itu kan dulu"