Tuesday, June 7, 2011

Pede ke Luar Negeri

Bismillahirrohmanirrohim

Bekasi,3 Juni 2011
(Dalam perjalanan ke stasiun Gambir)

Terbersit di pikiran saya, 'sepertinya saya sudah cukup pede untuk pergi keluar negeri sendiri'. Bagi sebagian orang mungkin akan menjawab 'plis deh,gw udh kemana mana,lu masih aja gak pernah keluar kota' 'plis deh,gak inget umur?telat amet sih lo!'. Ya..itu versi sarkastiknya kali ya, tapi menurutku untuk bepergian ke suatu tempat yang kita sama sekali gak punya relasi di sana memang butuh banyak persiapan.
Mental, kenapa?karena kita akan berurusan dengan banyak stranger, stranger yg baik maupun yg 'terlalu baik'. Kalo orang nggak membiasakan diri deal with stranger, mereka cenderung ogah untuk pergi sendirian, pada akhirnya ia mengandalkan teman yang lebih berpengalaman. Hal ini bisa dilatih dengan sering-sering pergi keluar,belanja di pasar yang ada proses tawar menawar,menghindari jual beli online yang minus komunikasi antara penjual dan pembeli.
Bahasa, bahasa yg kita pake ke stranger tuh beda banget sama yang kita pake ke orang lokal. Kalo masih di Indonesia,untuk menghindari miskomunikasi karena berbedanya budaya,logat,bahkan bahasa,kita dipaksa berbahasa Indonesia dengan EYD. Dengan begitu akan terlihat sekali kalo kita bukan penduduk lokal,dan sering dimanfaatkan oleh orang kurang kerjaan. Bagaimana kalo keluar negeri?Ini lebih ribet lagi,bahas di lain kesempatan aja ya..
[segitu dulu, kereta saya sudah sampai :D ]