Bismillahirrohmanirrohim
Bekasi,3 Juni 2011
(Dalam perjalanan ke stasiun Gambir)
Bekasi,3 Juni 2011
(Dalam perjalanan ke stasiun Gambir)
Terbersit di pikiran saya, 'sepertinya saya sudah cukup pede untuk pergi keluar negeri sendiri'. Bagi sebagian orang mungkin akan menjawab 'plis deh,gw udh kemana mana,lu masih aja gak pernah keluar kota' 'plis deh,gak inget umur?telat amet sih lo!'. Ya..itu versi sarkastiknya kali ya, tapi menurutku untuk bepergian ke suatu tempat yang kita sama sekali gak punya relasi di sana memang butuh banyak persiapan.
Mental, kenapa?karena kita akan berurusan dengan banyak stranger, stranger yg baik maupun yg 'terlalu baik'. Kalo orang nggak membiasakan diri deal with stranger, mereka cenderung ogah untuk pergi sendirian, pada akhirnya ia mengandalkan teman yang lebih berpengalaman. Hal ini bisa dilatih dengan sering-sering pergi keluar,belanja di pasar yang ada proses tawar menawar,menghindari jual beli online yang minus komunikasi antara penjual dan pembeli.
Bahasa, bahasa yg kita pake ke stranger tuh beda banget sama yang kita pake ke orang lokal. Kalo masih di Indonesia,untuk menghindari miskomunikasi karena berbedanya budaya,logat,bahkan bahasa,kita dipaksa berbahasa Indonesia dengan EYD. Dengan begitu akan terlihat sekali kalo kita bukan penduduk lokal,dan sering dimanfaatkan oleh orang kurang kerjaan. Bagaimana kalo keluar negeri?Ini lebih ribet lagi,bahas di lain kesempatan aja ya..
[segitu dulu, kereta saya sudah sampai :D ]
blog popi bukan si? jiaahh mantap yang mau ke luar ngegri. bahasa inggris mu kan expert pop. oia temen gua bilang kadang belajar bahasa asing gak bisa dijelasin pake akal, misalnya cuma tau basic banget di bahasa itu tapi kalo takdir nyuruh lo berangkat ke negara yang pake bahasa itu walaupun lo gak bisa lo harus yakin lo pasti bisa, -allah bisa karena biasa- nah lo peribahasa apaan tu walopun awalnya gak bisa lama lama jadi bisa, intinya practice makes better. bener ya, hehe
ReplyDelete